Seorang peneliti di bidang sosial humaniora, sebut saja Bu Sri, punya pengalaman yang menguji mental. Artikel pertamanya ditolak 5 kali berturut-turut. Artikel kedua ditolak 7 kali. Artikel ketiga—yang ia anggap paling matang—juga ditolak 4 kali sebelum akhirnya diterima di jurnal Q2. Dalam perjalanan itu, ia sempat berpikir untuk berhenti. Tapi suatu malam, tanpa sengaja, ia melihat anaknya bermain game Buffalo King. Ia memperhatikan bagaimana dalam game itu, pemain bisa mengalami kekalahan beruntun, tapi tetap tenang karena tahu bahwa "badai" akan berlalu. Dari situlah ia mulai melihat pola: bahwa dalam publikasi, seperti di Buffalo King, manajemen risiko dan ketahanan mental adalah kunci untuk bertahan.
Buffalo King dan Siklus Alam yang Tak Terelakkan
Buffalo King mengambil tema alam liar Amerika, dengan kawanan bison yang bermigrasi mengikuti musim. Ada musim di mana makanan melimpah, ada musim di mana padang rumput kering. Dalam publikasi, siklus serupa terjadi. Ada periode di mana artikel kita mudah diterima, mungkin karena topik sedang tren atau karena kita sedang beruntung. Ada periode di mana reject datang bertubi-tubi, seolah tidak ada yang benar. Pemain Buffalo King yang bijak tidak akan marah pada musim kemarau. Mereka akan bertahan, mengelola sumber daya, dan menunggu musim hujan tiba. Bu Sri belajar untuk tidak menyalahkan diri sendiri saat fase kering datang. Ia hanya perlu bertahan.
Manajemen Risiko: Jangan Bertaruh pada Satu Artikel Saja
Dalam Buffalo King, pemain yang cerdas tidak akan memasang semua taruhan pada satu putaran. Mereka menyebar risiko, bermain dengan taruhan kecil dalam jangka panjang, dan sesekali menaikkan taruhan saat merasa momentum tepat. Bu Sri menerapkan ini dengan tidak pernah mengirim hanya satu artikel dalam satu waktu. Ia selalu punya 3-4 artikel dalam berbagai tahap: ada yang masih draf, ada yang sedang review, ada yang sedang direvisi. Dengan begitu, ketika satu artikel ditolak, ia masih punya yang lain untuk diharapkan. Risiko tersebar, dan mental tidak mudah jatuh.
Memahami Pola Tanpa Terjebak Mitos
Dalam Buffalo King, pemain sering mencari pola kemunculan bison atau simbol liar. Tapi pemain berpengalaman tahu bahwa pola yang terlihat hanyalah ilusi—yang ada hanyalah probabilitas. Dalam publikasi, kita juga sering tergoda mencari pola: "Jurnal A selalu tolak artikel kualitatif," atau "Reviewer B suka dengan teori X." Memang ada kecenderungan, tapi jangan sampai terjebak mitos. Bu Sri belajar untuk membaca pola tanpa menjadikannya kebenaran mutlak. Ia tetap mengirim ke jurnal A meskipun pernah ditolak, karena yakin artikelnya sudah lebih baik. Dan kadang, tebakan itu benar.
Mentalitas "Free Spin" Setelah Kekalahan
Salah satu fitur menarik di Buffalo King adalah free spin yang sering muncul setelah periode kering. Dalam game, free spin memberi kesempatan kedua tanpa harus mengeluarkan modal tambahan. Dalam publikasi, momen serupa adalah saat kita mendapat komentar revisi yang membangun dari reviewer. Alih-alih merasa down karena ditolak, anggap itu sebagai free spin: kesempatan untuk memperbaiki artikel tanpa harus memulai dari nol. Bu Sri selalu menyambut revisi dengan antusias, karena itu berarti artikelnya masih punya peluang.
Komunitas sebagai Kawanan yang Melindungi
Dalam Buffalo King, bison bergerak dalam kawanan besar. Sendirian, mereka rentan terhadap predator. Bersama-sama, mereka bisa bertahan. Bu Sri menemukan komunitanya: grup peneliti yang saling mendukung, membaca draf, memberi masukan, dan yang paling penting, saling menguatkan saat reject datang. Dalam grup itu, tidak ada yang malu bercerita tentang kegagalan. Justru dengan berbagi, mereka belajar bahwa penolakan adalah pengalaman universal, bukan aib pribadi.
Menabung "Koin" untuk Masa Sulit
Dalam game, pemain biasanya menabung koin untuk digunakan saat dibutuhkan: membeli item, membuka level, atau sekadar cadangan saat kalah. Bu Sri menerapkan konsep ini dalam karirnya. Ia menabung "koin" dalam bentuk: jaringan kolega, keterampilan menulis yang terus diasah, dan yang paling penting, kepercayaan diri yang tidak mudah goyah. Saat masa sulit datang—misalnya tiga artikel ditolak beruntun—ia tidak panic, karena tabungannya masih cukup.
Ketika Badai Berlalu: Menikmati Hasil Perjuangan
Dalam Buffalo King, setelah periode kering yang panjang, biasanya akan datang putaran dengan kemenangan besar. Pemain akan menikmati momen itu, tapi tidak lupa bahwa badai berikutnya bisa datang kapan saja. Bu Sri, setelah artikel ketiganya diterima, merayakannya dengan sederhana: makan malam bersama keluarga. Tapi ia tidak berhenti. Ia langsung mengirim artikel keempat, kelima, dan seterusnya. Karena ia paham, dalam publikasi seperti di Buffalo King, yang terpenting bukan satu kemenangan besar, tapi kemampuan untuk terus bergerak, terus memutar, sepanjang musim.
Belajar dari Para Senior yang Sudah Melewati Banyak Badai
Bu Sri banyak belajar dari senior-seniornya yang sudah puluhan tahun berkecimpung. Mereka bercerita tentang masa-masa sulit di awal karir, ketika akses ke jurnal internasional sangat terbatas, ketika review bisa memakan waktu setahun, ketika reject lebih sering daripada accept. Tapi mereka bertahan. Dan sekarang, mereka menuai hasilnya. Cerita-cerita ini menjadi pengingat bahwa perjuangan Bu Sri tidak seberapa dibanding yang sudah dilalui para pendahulu. Dan jika mereka bisa, ia juga pasti bisa.
Tanya Jawab Ringan
Berapa kali reject dianggap wajar sebelum akhirnya diterima?
*Tidak ada angka pasti. Ada artikel yang diterima di percobaan pertama, ada yang baru tembus di percobaan ke-10 atau lebih. Yang penting adalah terus belajar dan memperbaiki kualitas.*
Bagaimana cara membedakan antara kritik membangun dan kritik destruktif dari reviewer?
Kritik membangun biasanya spesifik, menunjukkan kelemahan, dan memberi saran perbaikan. Kritik destruktif cenderung generik, subjektif, dan tidak membantu. Untuk yang destruktif, cukup abaikan dan fokus pada yang membangun.
Apakah boleh mengirim artikel yang sudah ditolak ke jurnal yang sama setelah direvisi besar-besaran?
Boleh, selama ada perubahan substansial dan jurnal tersebut menerima submission ulang. Tapi pastikan untuk menyebutkan dalam cover letter bahwa ini adalah versi revisi dari artikel yang pernah ditolak.
Pada akhirnya, Buffalo King mengajarkan kita sesuatu yang sangat mendasar: bahwa hidup, seperti alam liar, penuh dengan siklus. Ada musim hujan, ada musim kemarau. Ada masa di mana kemenangan mudah diraih, ada masa di mana kegagalan datang bertubi-tubi. Yang membedakan mereka yang bertahan dan yang menyerah bukanlah seberapa sering mereka menang, tapi seberapa kuat mereka bertahan di musim kemarau. Bu Sri, setelah melewati badai, kini menjadi mentor bagi peneliti muda. Ia selalu bilang, "Reject itu bukan akhir. Itu cuma tanda bahwa musim kemarau sedang datang. Dan seperti di Buffalo King, musim kemarau tidak akan bertahan selamanya."